Faktor-faktor Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa

Keinginan/dorongan dan ketertarikan siswa dalam belajar merupakan salah satu kunci untuk mencapai keberhasilan dalam belajar. Tinggi rendahnya keinginan/ motivasi dalam belajar tersebut bisa saja dipengaruhi oleh beberapa penyebab/faktor.

Mengutip buku Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan oleh Hamzah (2021), motivasi adalah dorongan dasar yang mampu menggerakkan seseorang untuk melakukan suatu tindakan atau perbuatan. Berikut adalah beberapa penyebab motivasi belajar siswa rendah yang perlu dipahami:

1. Guru Tidak Memberikan Motivasi Kepada Siswa

Penyebab motivasi belajar rendah yang pertama adalah karena tidak adanya dukungan atau motivasi yang diberikan oleh guru kepada siswa. Sebagai tenaga pendidik dan pengajar, sudah selayaknya seorang guru memberikan motivasi kepada siswa untuk belajar. Dengan begitu, siswa lebih bersemangat dan memiliki dorongan untuk menguasai mata pelajaran yang diajarkan oleh guru.

2. Siswa Tidak Menyukai Cara Pengajaran Guru

Terkadang, ada beberapa guru yang memiliki sistem atau cara mengajar yang tidak menarik, sehingga tidak disukai oleh murid-muridnya. Sebaiknya, metode belajar yang diterapkan tidak monoton, sehingga siswa bisa lebih antusias dalam belajar.

3. Siswa Tidak Menyukai Mata Pelajaran Tertentu

Harus diakui bahwa setiap siswa mempunyai bakat dan keahlian bidang masing-masing. Misalnya, anak yang tidak pandai belajar matematika terkadang memiliki keahlian di bidang lain, misalnya seperti seni atau sastra. Siswa dengan kemampuan seperti ini perlu dipahami oleh guru dan diberikan metode pembelajaran yang menarik.

4. Motivasi Dalam Diri Siswa yang Lemah

Ada banyak siswa yang kehilangan motivasi dalam belajar. Padahal, sesungguhnya motivasi harus dicari dalam diri sendiri terlebih dahulu sebelum melihat ke luar. Oleh karena itu, setiap siswa perlu memiliki kesadaran untuk aktif belajar agar bisa berprestasi.

5. Siswa yang Bermasalah

Masalah bisa menghampiri siapa saja, baik orang dewasa maupun siswa. Bagi siswa yang kehilangan motivasi belajar, hal ini bisa disebabkan karena siswa tersebut cukup bermasalah. Misalnya bergabung ke geng motor, salah pergaulan, sering terlibat tawuran, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, guru BK memiliki tugas penting untuk merangkul para murid yang bermasalah tersebut agar kembali menjadi siswa yang aktif belajar.

6. Kurangnya Perhatian Orang Tua di Rumah

Permasalahan lain yang menyebabkan siswa tidak bersemangat belajar adalah karena merasa kurangnya perhatian dari orang tua di rumah. Orang tua yang jarang di rumah dan sibuk dengan urusannya sendiri terkadang membuat anak merasa terlantar, sehingga tidak berminat untuk belajar yang sungguh-sungguh.

Setelah menyimak penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa faktor rendahnya motivasi belajar siswa bisa disebabkan karena berbagai hal, baik dari guru, orang tua, maupun diri sendiri. Oleh karena itu, diperlukan sinergitas bagi orang tua dan guru dalam membimbing siswa agar lebih bersemangat dan termotivasi dalam belajar. (DLA) / Sumber: https://kumparan.com

Hits: 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *